Bagi sebagian besar masyarakat awam, olahraga gulat seringkali dianggap sebagai aktivitas yang eksklusif dan hanya dilakukan di dalam gedung olahraga tertutup. Namun, paradigma ini mulai diubah oleh pengurus olahraga di Sumatera Utara melalui sebuah perhelatan kreatif yang diberi tajuk Medan Grappling Festival. Acara ini merupakan sebuah terobosan besar yang dirancang untuk membawa olahraga bela diri lantai ini lebih dekat ke tengah keramaian. Langkah yang diambil oleh PGSI Medan ini bertujuan untuk menghapus kesan kaku pada gulat dan menggantinya dengan citra olahraga yang dinamis, modern, serta bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat sebagai bagian dari gaya hidup urban.
Konsep utama dari festival ini adalah memindahkan matras gulat ke ruang publik, seperti pusat perbelanjaan atau lapangan terbuka di jantung kota Medan. Dengan melakukan inovasi pada lokasi penyelenggaraan, masyarakat yang awalnya hanya sekadar lewat atau sedang bersantai, menjadi tertarik untuk berhenti dan menyaksikan kekuatan serta teknik yang diperagakan oleh para atlet. Strategi ini sangat efektif dalam upaya memperkenalkan gulat kepada generasi muda yang mungkin selama ini lebih akrab dengan olahraga populer lainnya. Di dalam festival ini, gulat tidak hanya ditampilkan sebagai kompetisi serius, tetapi juga sebagai seni ketangkasan yang membutuhkan kecerdasan taktik dan kekuatan fisik yang seimbang.
Pihak PGSI di wilayah Medan menyadari bahwa untuk menumbuhkan minat publik, mereka harus memberikan pengalaman yang interaktif. Selain pertandingan ekshibisi antar-atlet profesional, festival ini juga menyediakan sesi pengenalan teknik dasar bagi pengunjung yang ingin mencoba. Di bawah pengawasan instruktur berpengalaman, warga Medan—mulai dari anak-anak hingga orang dewasa—diajarkan gerakan dasar seperti cara jatuh yang aman dan teknik penguncian sederhana. Partisipasi langsung ini memberikan pemahaman kepada publik bahwa gulat bukan sekadar olahraga banting-membanting, melainkan aktivitas yang sangat bermanfaat untuk pertahanan diri dan kebugaran fisik secara keseluruhan.
Dampak dari penyelenggaraan ajang ini sangat terasa pada peningkatan jumlah pendaftar di klub-klub gulat lokal di sekitar Medan. Banyak orang tua yang awalnya ragu, kini mulai melihat gulat sebagai cabang olahraga yang memiliki disiplin tinggi dan prospek prestasi yang jelas. Keberhasilan festival ini juga menarik minat sponsor dari sektor swasta, yang melihat adanya potensi pemasaran melalui komunitas olahraga bela diri yang sedang tumbuh. Dengan dukungan finansial yang lebih baik, pembinaan atlet di Medan dapat dilakukan dengan fasilitas yang lebih modern dan program yang lebih berkelanjutan.
