Dalam disiplin gulat, pertarungan tidak berakhir saat salah satu pemain berhasil menjatuhkan lawannya ke matras. Justru, babak baru yang lebih teknis dimulai saat pertarungan beralih ke lantai. Di Medan, para pelatih gulat memberikan penekanan khusus pada Teknik Ground Control yang memungkinkan seorang atlet untuk tetap memegang kendali penuh meskipun lawan berusaha melepaskan diri. Penguasaan posisi lantai atau ground control adalah kunci untuk meraih kemenangan mutlak melalui fall atau pengumpulan poin teknis yang dominan. Bagi atlet di Medan, matras adalah wilayah di mana mereka harus menunjukkan supremasi taktis mereka.
Konsep ground control melibatkan pemahaman mendalam tentang distribusi berat badan dan titik tekan. Melalui program edukasi yang terstruktur, para atlet muda di Medan diajarkan bahwa kunci dari posisi atas yang stabil adalah tidak menyisakan ruang bagi lawan untuk bergerak. Setiap inci celah yang diberikan adalah kesempatan bagi lawan untuk melakukan escape atau pembalikan posisi. Oleh karena itu, pemain diajarkan untuk “menempel” pada tubuh lawan dengan menggunakan dada, pinggul, dan kaki mereka sebagai jangkar. Penempatan beban yang dinamis mengikuti pergerakan lawan adalah seni yang membutuhkan jam terbang tinggi.
Tujuan utama dari strategi ini adalah menciptakan dominasi yang membuat lawan merasa frustrasi dan kehabisan energi. Saat berada di posisi atas, atlet Medan dilatih untuk melakukan ride atau menunggangi lawan dengan cara yang sangat menguras fisik lawan di bawah. Mereka belajar bagaimana memberikan tekanan pada area leher atau lengan untuk membatasi ruang gerak lawan. Dengan mengontrol bagian kepala lawan, secara otomatis gerakan tubuh lawan lainnya akan lebih mudah diprediksi. Teknik kontrol ini sangat krusial dalam gulat gaya bebas maupun gaya Romawi-Greko, di mana setiap detik kendali sangat berharga bagi penilaian wasit.
Pendidikan mengenai posisi bawah juga sangat penting untuk sisi defensif. Seorang atlet harus tahu bagaimana cara membangun pertahanan yang kokoh saat ia berada di bawah kendali lawan agar tidak mudah dipindahkan atau digulingkan. Di Medan, latihan defensif di lantai melibatkan teknik penguatan otot inti dan fleksibilitas bahu. Mereka diajarkan untuk selalu memiliki “basis” yang kuat dengan tangan dan lutut agar tidak mudah kehilangan keseimbangan. Kemampuan untuk kembali berdiri dari posisi bawah adalah salah satu indikator kualitas fisik seorang pegulat yang mumpuni di wilayah Sumatera Utara.
