Integritas dan kejujuran adalah nilai tertinggi yang harus dijunjung dalam setiap kompetisi olahraga, terutama dalam cabang yang sangat mengandalkan kekuatan fisik seperti gulat. Masalah penggunaan zat terlarang atau Doping Dalam Gulat merupakan ancaman serius yang dapat merusak citra olahraga dan kesehatan atlet dalam jangka panjang. Di Medan, Sumatera Utara, isu ini mendapatkan perhatian yang sangat intensif dari otoritas olahraga daerah. Mereka memahami bahwa keinginan instan untuk menang sering kali membutakan atlet dari bahaya laten bahan kimia yang dapat memberikan keunggulan tidak adil di atas matras.
Guna mencegah penyimpangan tersebut, program Edukasi Tegas mulai dijalankan secara masif kepada seluruh klub gulat di wilayah Medan. Para pengurus tidak hanya memberikan ancaman sanksi, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam mengenai apa saja yang termasuk dalam daftar zat terlarang menurut standar WADA (World Anti-Doping Agency). Sering kali, penggunaan doping terjadi bukan karena niat jahat, melainkan karena ketidaktahuan atlet dalam mengonsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu saat mereka sedang sakit. Oleh karena itu, PGSI Medan menekankan pentingnya konsultasi dengan tim medis organisasi sebelum mengonsumsi zat apa pun di luar pola makan standar.
Peran aktif PGSI Medan dalam melakukan pengawasan ini mencakup pemeriksaan rutin dan tes acak pada saat pemusatan latihan daerah maupun turnamen lokal. Langkah ini diambil untuk menciptakan budaya olahraga yang bersih dan kompetitif secara alami. Jika seorang atlet terbukti menggunakan doping, sanksi berat berupa larangan bertanding seumur hidup hingga pencabutan prestasi telah menanti. Tegasnya aturan ini bertujuan untuk melindungi masa depan atlet itu sendiri, karena zat-zat kimia tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem hormonal, jantung, dan fungsi hati yang mungkin baru terasa dampaknya di masa tua.
Kepedulian terhadap kondisi Bagi Atlet di Medan juga diwujudkan dengan menyediakan alternatif peningkatan performa melalui sains olahraga yang legal. Para atlet diarahkan untuk lebih fokus pada optimalisasi nutrisi, teknik pemulihan yang modern, dan peningkatan kapasitas paru melalui latihan pernapasan yang teratur. Pengurus ingin menunjukkan bahwa prestasi tinggi bisa diraih tanpa harus berbuat curang. Semangat juang “anak Medan” yang dikenal berani dan pantang menyerah harus didasari oleh kekuatan asli hasil latihan keras, bukan dari bantuan zat sintetik yang merusak kehormatan diri dan daerah.
