Prinsip utama yang ditekankan oleh tim pemandu bakat adalah bahwa Disiplin Latihan menduduki kasta tertinggi dalam penilaian. Medan tidak membutuhkan atlet yang hanya rajin saat merasa bersemangat, melainkan mereka yang tetap hadir dan berlatih keras saat kondisi sedang sulit sekalipun. Selama masa seleksi, para peserta diuji melalui serangkaian tugas fisik yang membosankan namun repetitif guna melihat konsistensi mereka. Pengurus meyakini bahwa teknik bisa diajarkan seiring berjalannya waktu, namun kedisiplinan adalah karakter dasar yang harus sudah tertanam atau setidaknya dimiliki sebagai kemauan kuat dari dalam diri sang atlet.
Ketegasan ini diberlakukan karena kedisiplinan dianggap sebagai Syarat Mutlak untuk bisa bertahan di dunia gulat profesional. Gulat adalah olahraga yang menuntut pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang luar biasa. Di Medan, atlet yang tidak disiplin dalam menjaga waktu latihan atau sering mengeluh terhadap instruksi pelatih akan langsung dieliminasi dari program pembinaan. PGSI Medan ingin membangun tim yang isinya adalah petarung sejati, bukan sekadar hobiis yang hanya ingin mencari kesenangan sesaat. Aturan “masuk sulit, keluar mudah” diterapkan untuk memastikan hanya mereka yang bermental juara yang tersisa di matras.
Fokus utama setelah atlet terpilih adalah mempersiapkan mereka untuk Jadi Atlet yang siap berlaga di tingkat provinsi maupun nasional. Program pembinaan di Medan dirancang dengan jadwal yang sangat padat, mulai dari latihan fisik subuh hari hingga penguatan teknik di sore hari. Para atlet muda didorong untuk disiplin dalam menjaga pola hidup mereka, termasuk menjauhi pergaulan bebas dan zat terlarang yang dapat merusak karier. Kedisiplinan ini bukan untuk mengekang, melainkan untuk membentuk pelindung bagi masa depan atlet itu sendiri agar mereka tetap fokus pada tujuan besar meraih medali.
Selain itu, PGSI Medan juga memberikan perhatian khusus pada aspek pendidikan. Meskipun disiplin latihan sangat berat, atlet tidak diperbolehkan meninggalkan kewajiban sekolah. Mereka dilatih untuk disiplin dalam manajemen waktu. Kemampuan untuk menyeimbangkan antara kerasnya matras gulat dan tugas sekolah dianggap sebagai ujian kedisiplinan yang paling nyata. Medan ingin melahirkan pegulat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas dan memiliki etika yang baik sebagai representasi dari warga kota Medan yang bermartabat.
