Gulat Greco-Roman adalah disiplin klasik yang menuntut kekuatan luar biasa pada tubuh bagian atas dan core, serta kepatuhan ketat terhadap Peraturan Greco-Roman yang membedakannya secara fundamental dari Freestyle. Memahami Peraturan Greco-Roman secara mendalam sangat krusial, karena pelanggaran kecil pun dapat langsung memberikan poin kepada lawan atau menghentikan momentum serangan. Pengetahuan mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ini adalah strategi taktis yang sama pentingnya dengan pelatihan fisik. Berdasarkan panduan wasit yang diterbitkan oleh Persatuan Gulat Internasional (PGI) per 1 April 2025, illegal moves yang paling sering dilakukan atlet pemula adalah penggunaan kaki dalam menyerang. Dengan menguasai batasan ini, seorang pegulat dapat fokus pada teknik dan menghindari penalti yang merugikan.
Inti dari Peraturan Greco-Roman adalah pembatasan penggunaan kaki. Dalam disiplin ini, hal-hal yang tidak boleh dilakukan meliputi penggunaan kaki, tungkai, atau jari kaki untuk menyerang, menahan, atau mengambil grip pada lawan. Misalnya, takedown yang melibatkan sapuan kaki (ankle pick) atau penguncian lutut dilarang keras. Selain itu, Anda tidak boleh dilakukan menggunakan kaki untuk mendorong atau bergerak ke posisi ofensif. Jika wasit melihat pelanggaran ini, hukuman berupa penalti poin atau peringatan akan segera diberikan, yang mana sangat merugikan dalam pertandingan gulat.
Sebaliknya, hal-hal yang boleh dilakukan sepenuhnya berfokus pada pertarungan di tubuh bagian atas. Semua serangan harus diluncurkan dari pinggang ke atas, termasuk takedown seperti body lock, suplex, arm drag, dan semua jenis angkatan (lift). Ini memaksa pegulat Greco-Roman untuk mengembangkan kekuatan core dan punggung yang luar biasa untuk mengangkat, melempar, dan mengontrol lawan. Kunci untuk Memahami Peraturan Greco-Roman adalah melihat tangan sebagai satu-satunya alat ofensif di bawah pinggang lawan. Semua gerakan takedown harus dimulai dan diselesaikan dengan grip di tubuh bagian atas lawan.
Selain batasan fisik, ada aspek non-fisik yang termasuk hal-hal yang tidak boleh dilakukan, yaitu menghindari kontak (passivity). Gulat Greco-Roman menuntut tindakan yang berkelanjutan. Jika seorang pegulat terlalu pasif atau terus-menerus mundur untuk menghindari pertarungan, wasit akan memberi peringatan Passivity dan mungkin menempatkan mereka dalam posisi Par Terre (gulat lantai) di mana lawan memiliki keunggulan ofensif yang besar. Latihan Par Terre defense dan offense di pusat pelatihan atletik regional pada hari Minggu, 14 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, menjadi fokus utama untuk mengantisipasi hukuman passivity.
Dengan disiplin memahami Peraturan Greco-Roman dan batasan yang ada, atlet dapat mengarahkan fokus latihannya pada teknik yang diperbolehkan, sehingga memaksimalkan efektivitas dan meraih kemenangan secara sah dan strategis.
