Komitmen Sosial BUMN: Wujud Nyata Bantuan Pelatihan bagi Guru Demi Kemajuan Edukasi

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menegaskan komitmen sosialnya dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia melalui wujud nyata bantuan pelatihan guru. Inisiatif ini dirancang untuk secara langsung meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pendidik, yang merupakan garda terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa. Langkah strategis ini menempatkan BUMN sebagai pilar penting dalam upaya peningkatan mutu edukasi nasional.

Menteri BUMN Erick Thohir selalu menekankan bahwa pendidikan adalah salah satu dari tiga pilar utama dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN, di samping fokus pada lingkungan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kesadaran akan peran krusial guru inilah yang mendorong kolaborasi antara 48 BUMN untuk menggelar Pelatihan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program intensif ini dilaksanakan secara serentak di enam lokasi berbeda di Indonesia, mulai dari tanggal 11 hingga 12 Oktober 2022.

Pelatihan guru ini secara khusus difokuskan untuk mempersiapkan para pendidik menghadapi ujian sertifikasi profesi. Sertifikasi ini adalah pengakuan penting atas kompetensi dan profesionalisme seorang guru, yang pada gilirannya akan berdampak langsung pada kualitas proses belajar-mengajar di sekolah. Lebih dari 1.000 guru dari berbagai jenjang pendidikan, baik secara luring maupun daring, berpartisipasi aktif dalam pelatihan guru ini, menunjukkan semangat mereka untuk terus mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik bagi para siswa.

Inisiatif BUMN ini tidak hanya terbatas pada penyediaan materi pelatihan. Sebagai bentuk dukungan nyata, BUMN juga memberikan bantuan finansial berupa penggantian biaya ujian sertifikasi bagi guru-guru yang mengikuti ujian ulang. Langkah ini sangat signifikan dalam meringankan beban finansial para guru, menghilangkan salah satu hambatan terbesar dalam proses sertifikasi. Komitmen ini mencerminkan pendekatan holistik BUMN dalam memastikan para guru mendapatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi atas dedikasi mereka, BUMN juga akan memberikan penghargaan kepada 2.022 guru di enam provinsi yang berhasil lulus ujian sertifikasi. Diharapkan, melalui program pelatihan guru yang berkelanjutan ini, BUMN dapat terus memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan, menciptakan dampak jangka panjang dalam peningkatan mutu sumber daya manusia di Indonesia, dan pada akhirnya, mendorong kemajuan edukasi secara menyeluruh.

Melampaui Batas: Inisiatif BUMN Memberdayakan Guru untuk Sertifikasi Optimal

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menunjukkan komitmennya yang kuat dalam memajukan sektor pendidikan di Indonesia. Melalui sebuah inisiatif yang melampaui batas, BUMN berupaya memberdayakan guru di seluruh pelosok negeri, khususnya dalam hal pencapaian sertifikasi profesional yang optimal. Program ini dirancang untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas individu para pendidik, tetapi juga secara kolektif mengangkat standar kualitas pengajaran di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir secara konsisten menempatkan pendidikan sebagai salah satu dari tiga pilar utama dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN. Berangkat dari visi tersebut, sebanyak 48 BUMN berkolaborasi untuk menyelenggarakan Pelatihan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pelatihan ini berlangsung secara serentak di enam lokasi berbeda di Indonesia, mulai dari tanggal 11 hingga 12 Oktober 2022. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan semangat gotong royong dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional.

Pelatihan PPG ini secara khusus dirancang untuk memberdayakan guru agar siap menghadapi ujian sertifikasi profesi. Sertifikasi ini adalah kunci untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan pengakuan terhadap peran vital mereka dalam sistem pendidikan. Lebih dari 1.000 guru dari berbagai jenjang pendidikan berpartisipasi dalam pelatihan ini, baik secara luring maupun daring. Antusiasme yang tinggi dari para pendidik menunjukkan kebutuhan besar akan program-program seperti ini.

Inisiatif BUMN ini tidak hanya berhenti pada penyediaan pelatihan gratis. Sebagai wujud nyata komitmen untuk memberdayakan guru, BUMN juga memberikan dukungan finansial berupa penggantian biaya ujian sertifikasi bagi guru-guru yang mengikuti ujian ulang. Langkah ini sangat signifikan dalam meringankan beban finansial para guru, menghilangkan salah satu hambatan terbesar dalam proses sertifikasi mereka. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik BUMN dalam memastikan para guru mendapatkan kesempatan terbaik untuk meningkatkan kualitas diri.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, BUMN juga akan memberikan penghargaan kepada 2.022 guru di enam provinsi yang berhasil lulus ujian sertifikasi. Diharapkan, melalui program memberdayakan guru ini, BUMN dapat terus memberikan kontribusi positif yang berkelanjutan bagi dunia pendidikan, menciptakan dampak jangka panjang dalam peningkatan mutu sumber daya manusia di Indonesia.

Guru Harus Inovatif, Kata Khofifah di Hari Guru

Pada peringatan Hari Guru Nasional, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan pesan tegas bahwa guru inovatif adalah kunci utama dalam mencetak generasi penerus yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan. Beliau menekankan pentingnya kemampuan pendidik untuk terus berkreasi dan menghadirkan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman. Puncak acara peringatan Hari Guru Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur diselenggarakan pada hari Senin, 25 November 2024, pukul 09.00 WIB, di Ballroom Hotel Majapahit, Surabaya, dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan dan perwakilan dari berbagai organisasi guru.

Khofifah menjelaskan bahwa peran guru kini tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga sebagai fasilitator yang menginspirasi siswa untuk berpikir kritis dan solutif. “Menjadi guru inovatif bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan di era digital ini,” ujar Khofifah dalam pidatonya. Beliau mendorong para guru untuk memanfaatkan berbagai platform digital, menerapkan pembelajaran berbasis proyek, serta menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan interaktif. Salah satu bukti nyata dari komitmen ini adalah dorongan kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, di mana Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah satuan pendidikan terbanyak yang secara mandiri telah mendaftar untuk melaksanakan kurikulum tersebut. Ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan para pendidik untuk menjadi guru inovatif.

Dedikasi dan kerja keras para guru di Jawa Timur telah terbukti melalui berbagai prestasi. Khofifah mengapresiasi fakta bahwa selama empat tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes. Capaian ini menunjukkan kualitas pendidikan dasar dan menengah yang solid. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah meraih penghargaan dalam ajang Ki Hajar Award 2023, yang mengukuhkan posisi sebagai daerah yang berkomitmen pada pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Tak hanya itu, Jawa Timur juga berhasil menjuarai Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional pada tahun yang sama, semakin memperkuat reputasi pendidikan kejuruan di provinsi ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan berbagai penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. Beberapa guru yang berulang tahun tepat di Hari Guru Nasional bahkan menerima hadiah khusus. Pesan utama dari Khofifah di Hari Guru kali ini sangat jelas: menjadi guru inovatif adalah panggilan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkreasi demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah dan kompetitif.

Demi Generasi Unggul: Wakil Ketua MPR Memacu Peningkatan Kompetensi Tenaga Pengajar

Mewujudkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan adalah cita-cita luhur bangsa. Untuk mencapai hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, secara aktif memacu peningkatan kompetensi tenaga pengajar. Beliau menekankan bahwa kualitas pendidikan, yang sangat bergantung pada kemampuan para pendidik, adalah kunci utama dalam mencetak generasi unggul yang berdaya saing global. Inisiatif ini menjadi sorotan penting dalam agenda pembangunan sumber daya manusia nasional.

Lestari Moerdijat mengungkapkan data yang menunjukkan adanya kesenjangan dalam kualitas dan kuantitas guru di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, jumlah guru di Indonesia masih sekitar 3,1 juta jiwa, sementara kebutuhan ideal mencapai 4,2 juta. Yang lebih mengkhawatirkan adalah hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) dari tahun 2015 hingga 2021, yang menunjukkan sekitar 81% guru belum memenuhi nilai standar minimum. Rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) guru pada tahun 2022 pun masih di angka 54,6, sedikit di bawah standar minimal 55. Angka-angka ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru adalah prasyarat untuk menghasilkan generasi unggul.

Beliau juga menyerukan kolaborasi yang erat antara berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kolaborasi ini harus menghasilkan kebijakan-kebijakan yang mendukung dan memfasilitasi guru untuk terus mengembangkan kompetensi mereka, tidak hanya dalam penguasaan materi pelajaran, tetapi juga dalam inovasi metode pengajaran dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang memungkinkan guru-guru menjadi fasilitator pembelajaran yang adaptif, inspiratif, dan efektif.

Sebagai informasi, dalam sebuah kunjungan kerja ke Balai Besar Guru Penggerak di Jawa Barat pada hari Senin, 13 Mei 2024, Lestari Moerdijat menyampaikan pidato yang menggarisbawahi pentingnya program pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru. Laporan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada 14 Mei 2024, juga mencatat peningkatan partisipasi guru dalam program pelatihan digital. Bahkan, sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pendidik Indonesia (API) pada 12 Mei 2024, menunjukkan bahwa 92% orang tua siswa percaya bahwa investasi pada kualitas guru adalah langkah paling efektif untuk membentuk generasi unggul. Semua ini menggarisbawahi urgensi dan dukungan kuat terhadap upaya peningkatan kompetensi tenaga pengajar demi masa depan cerah Indonesia.

Jelajah Perbedaan Siang dan Malam: Terang dan Gelap

Siang dan malam adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam siklus kehidupan di Bumi, perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada kehadiran dan ketiadaan cahaya matahari. Fenomena ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan, dari aktivitas makhluk hidup hingga suhu lingkungan.

Baca Juga: Dari Biji Hingga Buah: Mengikuti Jejak Perkembangan Tumbuhan

Siang hari ditandai dengan kehadiran cahaya matahari yang menerangi bumi. Energi matahari memberikan kehangatan dan memungkinkan tumbuhan melakukan fotosintesis. Manusia dan hewan memanfaatkan siang hari untuk beraktivitas, mencari makan, dan menjalankan kegiatan sehari-hari.

Malam hari, sebaliknya, ditandai dengan kegelapan akibat bumi membelakangi matahari. Suhu udara cenderung menurun karena tidak ada lagi radiasi langsung dari matahari. Beberapa hewan menjadi lebih aktif di malam hari (nokturnal), memanfaatkan kegelapan untuk berburu atau menghindari predator.

Perbedaan suhu antara siang dan malam juga signifikan. Tanah dan air menyerap panas matahari di siang hari dan melepaskannya perlahan di malam hari. Perbedaan ini memengaruhi pola angin dan cuaca secara lokal.

Aktivitas biologis juga sangat dipengaruhi oleh siklus siang dan malam atau ritme sirkadian. Jam biologis internal mengatur berbagai proses fisiologis seperti tidur, bangun, produksi hormon, dan suhu tubuh. Gangguan ritme sirkadian dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Cahaya bulan dan bintang menghiasi langit malam, memberikan penerangan alami meskipun tidak sekuat matahari. Bulan memantulkan cahaya matahari, sementara bintang adalah bola gas raksasa yang menghasilkan cahaya sendiri. Keindahan langit malam telah menginspirasi seni dan ilmu pengetahuan selama berabad-abad.

Pergantian siang dan malam disebabkan oleh rotasi bumi pada porosnya. Saat satu sisi bumi menghadap matahari, sisi tersebut mengalami siang. Sementara itu, sisi yang membelakangi matahari mengalami malam. Rotasi bumi membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk satu putaran penuh.

Panjang siang dan malam tidak selalu sama sepanjang tahun. Kemiringan sumbu bumi menyebabkan terjadinya musim. Di dekat kutub, perbedaan panjang siang dan malam bisa sangat ekstrem, dengan periode siang atau malam yang berlangsung selama beberapa bulan.

Memahami perbedaan antara siang dan malam serta penyebabnya membantu kita menghargai dinamika planet kita. Siklus terang dan gelap ini adalah fondasi bagi banyak proses alami dan kehidupan di Bumi. Mari terus jelajahi keajaiban alam yang tak pernah berhenti.

Mendikdasmen: Pentingnya Guru Ajarkan Warisan Alam ke Siswa

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) menegaskan pentingnya guru ajarkan warisan alam kepada siswa. Pernyataan ini menyoroti bahwa di samping ilmu pengetahuan umum, pemahaman dan kepedulian terhadap lingkungan serta kekayaan alam Indonesia harus menjadi bagian integral dari proses belajar mengajar. Peran guru ajarkan kesadaran ini sangat krusial dalam membentuk generasi yang bertanggung jawab dan peduli terhadap kelestarian bumi.

Warisan alam tidak hanya terbatas pada keindahan pemandangan, tetapi juga mencakup keanekaragaman hayati, sumber daya alam, hingga kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan yang telah diwariskan turun-temurun. Ketika guru ajarkan siswa tentang hal ini, mereka tidak hanya memberikan informasi faktual, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta, rasa memiliki, dan tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam. Ini adalah fondasi penting untuk membentuk warga negara yang sadar lingkungan.

Metode pengajaran bisa sangat beragam. Guru ajarkan siswa tentang warisan alam melalui kegiatan di luar kelas seperti kunjungan ke taman nasional, hutan lindung, atau bahkan kebun raya. Pembelajaran proyek yang berfokus pada isu lingkungan lokal, seperti pengelolaan sampah atau konservasi air, juga dapat menjadi cara efektif. Selain itu, integrasi materi tentang flora dan fauna endemik, geologi Indonesia, dan perubahan iklim ke dalam kurikulum akan memperkaya pengetahuan siswa.

Sebagai contoh, pada hari Jumat, 3 Mei 2024, pukul 13.00 WIB, dalam sebuah lokakarya nasional bagi para pendidik di sebuah pusat pelatihan guru di Jakarta, Dirjen Dikdasmen, Bapak Dr. Budi Santoso, menyampaikan bahwa sekolah memiliki peran sentral dalam menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Beliau menambahkan bahwa sudah saatnya guru ajarkan siswa untuk tidak hanya mengonsumsi ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga lingkungan.

Dengan demikian, ketika guru ajarkan warisan alam kepada siswa, mereka tidak hanya memenuhi tuntutan kurikulum, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menciptakan generasi yang sadar lingkungan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bumi yang lebih hijau dan berkelanjutan, memastikan kekayaan alam Indonesia tetap lestari untuk generasi yang akan datang.

Sekda Klaten: Guru Perlu Adaptif, Jangan Kalah dari Digitalisasi untuk Pendidikan Berkualitas

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Ibu Sri Mulyani, kembali menekankan pentingnya bagi setiap guru untuk bersikap adaptif dan tidak kalah oleh arus digitalisasi yang terus bergerak cepat. Di era di mana informasi dan teknologi menjadi tulang punggung peradaban, peran guru sebagai garda terdepan dalam proses transfer ilmu pengetahuan menjadi sangat krusial. Pesan ini menggarisbawahi perlunya guru untuk menguasai dan memanfaatkan berbagai alat digital demi menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan menarik bagi siswa.

Pernyataan tersebut disampaikan Ibu Sri Mulyani dalam sebuah acara diskusi daring yang diikuti oleh para guru di Klaten pada hari Minggu, 19 Mei 2024. Beliau menyoroti bahwa digitalisasi bukanlah ancaman yang perlu ditakuti, melainkan sebuah peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Setiap guru harus menjadi pembelajar seumur hidup, termasuk dalam hal teknologi,” ujarnya. “Jangan sampai kita sebagai pendidik ketinggalan, apalagi sampai kalah dari digitalisasi.”

Adaptasi terhadap digitalisasi dalam pendidikan mencakup banyak hal. Ini bisa berarti mengintegrasikan platform pembelajaran daring seperti Google Classroom atau Moodle, menggunakan aplikasi interaktif untuk kuis dan tugas, memanfaatkan video edukasi, hingga mempelajari cara membuat konten digital yang menarik. Digitalisasi memungkinkan personalisasi pembelajaran, di mana guru dapat menyesuaikan metode dan materi sesuai dengan kebutuhan individu siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih efisien. Sebagai contoh, penggunaan virtual labs untuk praktikum sains tanpa harus terikat pada peralatan fisik.

Namun, proses adaptasi ini tentu memiliki tantangan tersendiri. Keterbatasan akses terhadap perangkat dan koneksi internet, serta kurangnya pelatihan yang memadai, bisa menjadi penghalang bagi beberapa guru. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Pendidikan terus berupaya menyediakan fasilitas dan program pelatihan literasi digital secara berkelanjutan. Langkah-langkah seperti penyediaan hotspot Wi-Fi di sekolah dan pelatihan TIK dasar hingga lanjutan menjadi bagian dari komitmen ini.

Sebagai kesimpulan, pesan dari Sekda Klaten agar guru perlu adaptif dan tidak kalah dari digitalisasi adalah sebuah seruan yang relevan untuk masa depan pendidikan. Dengan kesediaan untuk terus belajar dan berinovasi, para guru akan mampu memanfaatkan potensi penuh teknologi untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, mempersiapkan siswa menghadapi dunia yang semakin digital.

Kualitas Guru BK Akan Ditingkatkan Kemendikbud, Untuk Apa?

Peningkatan kualitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi agenda penting Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Langkah strategis ini bukan tanpa alasan. Meningkatkan kualitas guru BK bertujuan untuk mengoptimalkan peran mereka dalam memfasilitasi perkembangan siswa secara utuh, baik dari sisi akademik, sosial, emosional, hingga perencanaan karir di masa depan. Dengan guru BK yang semakin baik, diharapkan layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa akan semakin efektif dan berdampak positif.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Iwan Syahril, dalam sebuah acara sosialisasi program pendidikan di Surabaya pada hari Jumat, 25 April 2025, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas guru BK adalah investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. “Guru BK memiliki peran krusial dalam mengidentifikasi potensi siswa, membantu mereka mengatasi berbagai tantangan, dan mengarahkan mereka menuju masa depan yang cerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas mereka adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iwan Syahril memaparkan bahwa upaya peningkatan kualitas guru BK akan dilakukan melalui berbagai cara. Program sertifikasi dan uji kompetensi akan terus diperkuat untuk memastikan bahwa setiap guru BK memiliki standar kualifikasi yang memadai. Selain itu, pelatihan-pelatihan berkelanjutan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang psikologi dan konseling akan secara rutin diselenggarakan. Kemendikbudristek juga akan mendorong pembentukan forum-forum diskusi dan kelompok kerja guru BK di tingkat daerah maupun nasional sebagai wadah untuk saling berbagi pengalaman dan meningkatkan profesionalisme.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek, Zulfikar Ali Imran, menambahkan bahwa peningkatan kualitas guru BK juga bertujuan untuk memperkuat peran mereka sebagai mitra bagi siswa, guru mata pelajaran, dan orang tua. “Guru BK diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara siswa, guru, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan holistik siswa,” ujarnya. Dengan kualitas yang terus ditingkatkan, guru BK diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang maju dan berkeadilan.

Coding dan Kecerdasan Buatan Jadi Opsi Pembelajaran di SD-SMP, Guru Diberi Penataran

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menawarkan coding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai opsi pembelajaran baru bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Inisiatif ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan keterampilan digital yang esensial di era modern. Sebagai persiapan, Kemendikbudristek akan menyelenggarakan program penataran intensif bagi para guru yang tertarik untuk mengimplementasikan opsi pembelajaran ini di sekolah masing-masing.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., dalam sebuah webinar pendidikan yang diikuti oleh ribuan guru pada hari Kamis, 8 Mei 2025, menjelaskan bahwa penawaran coding dan AI sebagai opsi pembelajaran merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi teknologi dan kemampuan berpikir komputasional siswa sejak dini. “Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi kreator melalui pemahaman coding dan AI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Nunuk Suryani menambahkan bahwa opsi pembelajaran ini akan bersifat fleksibel dan dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada atau ditawarkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Materi pembelajaran akan dirancang secara menarik dan disesuaikan dengan usia serta tingkat pemahaman siswa SD dan SMP. Fokus utama adalah pada pengembangan logika, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah melalui coding dan pemanfaatan konsep-konsep dasar AI.

Untuk mendukung implementasi opsi pembelajaran ini, Kemendikbudristek telah menyiapkan serangkaian program penataran bagi guru. Penataran perdana akan dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 17 Mei 2025, di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) wilayah Jawa Tengah. Para guru akan mendapatkan materi tentang dasar-dasar coding dengan platform yang visual dan interaktif, pengenalan konsep AI yang relevan untuk siswa, serta metode pengajaran yang efektif dan menyenangkan. Narasumber dalam penataran ini adalah para ahli di bidang coding dan AI dari berbagai universitas dan komunitas teknologi. Diharapkan, melalui penataran ini, para guru akan memiliki bekal yang cukup untuk menawarkan coding dan AI sebagai opsi pembelajaran yang menarik dan bermanfaat bagi siswa SD dan SMP.

Gus Ipul Ungkap Progres Sekolah Rakyat, Gunakan Tenaga Guru ASN

Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan progres terkini dari program Sekolah Rakyat di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa program ini akan memanfaatkan tenaga guru dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan. Penjelasan ini disampaikan dalam sebuah acara diskusi publik tentang pendidikan di Surabaya, pada hari Senin, 12 Mei 2025.

Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat di Jawa Timur akan berfokus pada penyediaan pendidikan alternatif bagi anak-anak yang belum terlayani oleh sistem pendidikan formal. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensi mereka,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan guru ASN adalah salah satu upaya untuk menjaga standar kualitas pengajaran di Sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, S.T., M.T., juga memberikan penjelasan lebih detail mengenai progres program ini. Ia menyatakan bahwa timnya telah melakukan pemetaan wilayah sasaran dan menyiapkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan anak-anak di Sekolah. “Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial dan pemerintah kabupaten/kota, untuk memastikan implementasi program ini berjalan lancar,” kata Wahid.

Proses seleksi guru ASN yang akan mengajar di Sekolah Rakyat telah dimulai sejak awal Mei 2025. Wahid menjelaskan bahwa para guru yang terpilih adalah mereka yang memiliki dedikasi tinggi, pengalaman mengajar yang memadai, dan pemahaman tentang metode pengajaran yang fleksibel. Mereka akan diberikan pelatihan khusus untuk mempersiapkan mereka dalam mengajar di lingkungan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul menambahkan bahwa Sekolah Rakyat di Jawa Timur akan berlokasi di berbagai komunitas dan wilayah yang membutuhkan, dengan memanfaatkan fasilitas umum yang ada atau bangunan sederhana yang disiapkan oleh pemerintah daerah. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari masyarakat dalam mendukung program ini. “Kami berharap, dengan dukungan dari semua pihak, Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan akses pendidikan di Jawa Timur,” ujarnya. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan bahwa program ini akan mulai beroperasi secara penuh pada pertengahan tahun 2025.