Dalam cabang olahraga gulat, kekuatan murni adalah komponen yang tidak bisa ditawar. Setiap gerakan, mulai dari tarikan, dorongan, hingga bantingan, memerlukan fondasi otot yang solid dan daya tahan yang luar biasa. Di Medan, para pelatih gulat telah lama dikenal dengan metode latihan mereka yang keras dan disiplin tinggi. Untuk mencapai standar prestasi nasional, program khusus mengenai ketahanan fisik maksimal diterapkan secara intensif. Rahasia di balik ketangguhan para pegulat asal Sumatera Utara ini terletak pada menu latihan beban di PGSI Medan yang dirancang secara spesifik untuk membangun kekuatan eksplosif tanpa mengorbankan kelincahan di atas matras.
Latihan beban bagi seorang pegulat sangat berbeda dengan latihan beban bagi seorang binaragawan. Fokus utama di Medan bukan pada estetika atau besarnya otot, melainkan pada fungsionalitas dan tenaga kinetik. Dalam menu latihan beban, para atlet diajarkan gerakan-gerakan compound seperti squat, deadlift, dan clean-and-press yang melibatkan banyak sendi sekaligus. Gerakan-gerakan ini sangat krusial karena mampu menyimulasikan beban saat seorang atlet harus mengangkat atau membanting lawan yang memiliki berat tubuh serupa. Latihan dilakukan dengan repetisi dan set yang diatur sedemikian rupa guna memicu hipertrofi fungsional yang menunjang performa di lapangan.
Selain latihan di pusat kebugaran (gym), PGSI Medan juga mengintegrasikan latihan beban menggunakan beban-beban tradisional atau beban hidup. Misalnya, latihan menggendong rekan setim sambil berlari menanjak atau melakukan drill angkatan menggunakan ban truk besar. Variasi latihan ini bertujuan agar otot atlet tidak “bosan” dan selalu siap menghadapi kejutan fisik saat pertandingan berlangsung. Ketahanan fisik maksimal hanya bisa dicapai jika otot dilatih untuk bekerja dalam kondisi kelelahan yang ekstrem. Oleh karena itu, sesi latihan beban sering kali diletakkan di akhir sesi latihan teknik untuk menguji sejauh mana atlet bisa mempertahankan kekuatannya saat energi sudah mulai terkuras.
Aspek lain yang sangat diperhatikan dalam program latihan di Medan adalah kekuatan otot inti (core). Seluruh gerakan dalam gulat bermuara pada stabilitas perut dan punggung bawah. Para atlet diwajibkan menjalani rutinitas latihan otot inti yang sangat berat setiap harinya. Dengan otot inti yang kuat, seorang pegulat tidak akan mudah goyah saat diserang oleh lawan dan memiliki tenaga lebih besar untuk melakukan serangan balik. Ketahanan fisik ini menjadi identitas unik pegulat Medan yang dikenal “bandel” dan sangat sulit dijatuhkan meskipun pertandingan sudah memasuki menit-menit akhir yang krusial.
