Kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan Indonesia, di mana seorang biarawati Katolik bernama Suster M. Colleta AK, S.Pd., Gr. berhasil menamatkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pencapaian ini menjadi bukti nyata indahnya toleransi dan inklusivitas dalam dunia pendidikan di Indonesia, sekaligus mematahkan sekat-sekat perbedaan.
Suster Colleta, yang telah berdedikasi selama 24 tahun sebagai guru PAUD di TK Santa Theresia Wedi, Klaten, memilih UMS untuk menempuh program PPG. Keputusannya ini menunjukkan keterbukaan pikiran dan kepercayaan pada kualitas pendidikan di lembaga Muhammadiyah, meskipun UMS adalah kampus yang berbasis Islam.
Selama proses perkuliahan, Suster Colleta mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan yang luar biasa dari UMS. “Saya merasakan pendampingan yang luar biasa dari UMS. Pengumuman dan berbagai informasi yang diberikan sangat jelas dan membantu kami dalam menyelesaikan studi dengan baik,” ujarnya. Lingkungan kampus yang suportif membantunya fokus.
Kehadiran Suster Colleta sebagai mahasiswi di UMS disambut baik oleh dosen dan rekan-rekan mahasiswa. Tidak ada diskriminasi atau hambatan dalam proses belajarnya. Justru, kisah ini memperlihatkan bagaimana pendidikan dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.
Pencapaian Suster Colleta ini tidak hanya bermakna bagi dirinya pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa pendidikan adalah hak setiap individu, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan. Semangat belajarnya patut diteladani.
Rektor UMS dan jajaran petinggi kampus turut bangga dengan kelulusan Suster Colleta. Mereka menegaskan komitmen UMS sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keberagaman. UMS terbuka bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu dan berkontribusi bagi bangsa.
Kisah Biarawati yang lulus dari kampus Muhammadiyah Surakarta ini adalah cerminan dari semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi seseorang untuk menuntut ilmu dan berkarya bersama demi kemajuan bangsa. Pendidikan adalah medium persatuan.
Semoga kisah Suster Colleta ini terus menginspirasi dan mendorong semakin banyak individu untuk tidak membatasi diri dalam menuntut ilmu. Keberagaman adalah kekuatan, dan pendidikan adalah kuncinya. Selamat kepada Suster Colleta, semoga ilmunya bermanfaat bagi anak-anak Indonesia.
