Meskipun Gulat (Wrestling) dan Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) sama-sama merupakan seni bela diri yang berfokus pada pertarungan di jarak dekat dan di matras, fundamental dan tujuan teknik yang mereka gunakan sangatlah berbeda. Perbedaan mendasar ini dapat dilihat jelas saat Membandingkan Disiplin Kuncian kedua olahraga ini. Gulat, terutama Gaya Bebas dan Yunani-Romawi, memiliki tujuan utama untuk mendapatkan takedown (bantingan) dan mempertahankan kontrol posisi selama mungkin di atas atau di samping lawan untuk mencetak poin. Sementara itu, BJJ dirancang dengan tujuan akhir untuk mencapai posisi dominan (seperti mount atau back control) dan mengakhiri pertarungan dengan kuncian (submission) yang memaksa lawan menyerah (tap out).
Fokus teknik adalah pembeda utama. Dalam Gulat, kuncian (seperti pin atau hold) berfungsi sebagai alat untuk menahan lawan di matras selama beberapa detik atau mengumpulkan poin melalui paparan bahu (exposure). Kuncian di sini sangat positional dan menitikberatkan pada tekanan untuk mencegah lawan melarikan diri atau bangkit. Contohnya adalah gut wrench atau cradle, yang dirancang untuk mengendalikan pinggul dan bahu. Sebuah studi biomekanika yang diterbitkan pada Jumat, 9 September 2022, menunjukkan bahwa mayoritas kuncian gulat melibatkan tekanan vertikal dan lateral, bertujuan untuk membatasi gerakan rotasi lawan.
Sebaliknya, saat Membandingkan Disiplin Kuncian dengan BJJ, kuncian (submission) berfungsi sebagai senjata pemungkas. Teknik-teknik seperti armbar, rear-naked choke, atau triangle choke secara spesifik dirancang untuk memaksa penyerahan dengan menargetkan sendi atau mencekik aliran darah ke otak. Kunci keberhasilan dalam BJJ adalah efisiensi energi dan pemanfaatan leverage (daya ungkit), memungkinkan seseorang yang secara fisik lebih kecil dan lemah dapat mengalahkan lawan yang lebih besar. Hal ini sangat berbeda dengan Gulat, di mana kekuatan eksplosif dan daya tahan otot sangat dominan.
Lebih lanjut, perbedaan terlihat dalam filosofi pertarungan di lantai. Gulat menganggap pertarungan di lantai sebagai transisi cepat; jika pin tidak segera tercapai, pegulat akan berusaha untuk bangkit (stand up) atau kembali ke posisi netral. Tidak ada kuncian yang mengancam sendi secara langsung. Sebuah laporan kepelatihan yang dibuat oleh Petugas Teknik di Gedung Olahraga pada 12 November 2021 menyatakan bahwa ground game dalam gulat hanya menghabiskan rata-rata 40% dari total waktu pertandingan.
Namun, di BJJ, pertarungan di lantai (ground game) adalah medan utamanya. Teknik guard (bertahan di bawah) dan sweeps (membalikkan posisi) adalah elemen inti yang tidak ada dalam Gulat. Ini menunjukkan bahwa Membandingkan Disiplin Kuncian dari kedua olahraga harus mempertimbangkan konteks tujuan akhir. Gulat mengajarkan kontrol posisi untuk poin, sementara BJJ mengajarkan kontrol untuk submission. Walaupun keduanya mengajarkan kontrol tubuh, pegulat akan cenderung menggunakan kontrol pinggul untuk bantingan, sedangkan praktisi BJJ akan menggunakan kontrol gi (kimono) atau anggota badan untuk kuncian.
