Inspiratif: Biarawati Lulus dari Muhammadiyah Surakarta

Kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan Indonesia, di mana seorang biarawati Katolik bernama Suster M. Colleta AK, S.Pd., Gr. berhasil menamatkan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pencapaian ini menjadi bukti nyata indahnya toleransi dan inklusivitas dalam dunia pendidikan di Indonesia, sekaligus mematahkan sekat-sekat perbedaan.

Suster Colleta, yang telah berdedikasi selama 24 tahun sebagai guru PAUD di TK Santa Theresia Wedi, Klaten, memilih UMS untuk menempuh program PPG. Keputusannya ini menunjukkan keterbukaan pikiran dan kepercayaan pada kualitas pendidikan di lembaga Muhammadiyah, meskipun UMS adalah kampus yang berbasis Islam.

Selama proses perkuliahan, Suster Colleta mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan yang luar biasa dari UMS. “Saya merasakan pendampingan yang luar biasa dari UMS. Pengumuman dan berbagai informasi yang diberikan sangat jelas dan membantu kami dalam menyelesaikan studi dengan baik,” ujarnya. Lingkungan kampus yang suportif membantunya fokus.

Kehadiran Suster Colleta sebagai mahasiswi di UMS disambut baik oleh dosen dan rekan-rekan mahasiswa. Tidak ada diskriminasi atau hambatan dalam proses belajarnya. Justru, kisah ini memperlihatkan bagaimana pendidikan dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.

Pencapaian Suster Colleta ini tidak hanya bermakna bagi dirinya pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa pendidikan adalah hak setiap individu, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, maupun golongan. Semangat belajarnya patut diteladani.

Rektor UMS dan jajaran petinggi kampus turut bangga dengan kelulusan Suster Colleta. Mereka menegaskan komitmen UMS sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keberagaman. UMS terbuka bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu dan berkontribusi bagi bangsa.

Kisah Biarawati yang lulus dari kampus Muhammadiyah Surakarta ini adalah cerminan dari semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ini menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi seseorang untuk menuntut ilmu dan berkarya bersama demi kemajuan bangsa. Pendidikan adalah medium persatuan.

Semoga kisah Suster Colleta ini terus menginspirasi dan mendorong semakin banyak individu untuk tidak membatasi diri dalam menuntut ilmu. Keberagaman adalah kekuatan, dan pendidikan adalah kuncinya. Selamat kepada Suster Colleta, semoga ilmunya bermanfaat bagi anak-anak Indonesia.

Kurikulum Merdeka dan Guru: Fondasi Transformasi Pendidikan Indonesia

Kurikulum Merdeka bukan sekadar perubahan nama, melainkan sebuah inisiatif ambisius yang menjadi fondasi Transformasi Pendidikan Indonesia. Inti dari perubahan ini adalah menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran dan memberikan otonomi lebih kepada guru. Keberhasilan Kurikulum Merdeka sangat bergantung pada kesiapan dan peran aktif para pendidik di garis depan. Artikel ini akan mengupas mengapa kolaborasi antara Kurikulum Merdeka dan guru menjadi kunci utama dalam mendorong Transformasi Pendidikan Indonesia yang lebih relevan dan berkualitas.

Kurikulum Merdeka dirancang untuk mengatasi tantangan yang selama ini menghambat potensi siswa, seperti pembelajaran yang terlalu kaku dan berorientasi pada hafalan. Dengan fokus pada pembelajaran berbasis proyek, pengembangan karakter, dan kompetensi yang relevan dengan dunia nyata, kurikulum ini bertujuan untuk menciptakan lulusan yang adaptif, kreatif, dan memiliki daya saing. Namun, konsep-konsep ideal ini tidak akan terwujud tanpa peran aktif guru. Merekalah yang akan menerjemahkan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka menjadi praktik pengajaran yang inovatif di setiap kelas. Sebuah survei independen yang dilakukan oleh Aliansi Guru Merdeka pada 18 Mei 2025 menunjukkan bahwa 75% guru yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka merasa lebih kreatif dalam mengajar, meskipun mengakui adanya tantangan adaptasi.

Guru dalam Kurikulum Merdeka tidak lagi hanya menjadi penyampai materi. Peran mereka berevolusi menjadi fasilitator, motivator, dan mentor yang membimbing siswa dalam perjalanan belajar mereka. Guru memiliki kebebasan untuk merancang modul ajar yang disesuaikan dengan konteks sekolah dan kebutuhan siswa, memilih metode pengajaran yang beragam, serta melakukan penilaian yang lebih autentik dan formatif. Ini menuntut guru untuk senantiasa belajar, berinovasi, dan berkolaborasi. Kesiapan guru untuk beradaptasi dengan peran baru ini adalah penentu keberhasilan Transformasi Pendidikan Indonesia.

Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudaraan, Riset, dan Teknologi, terus memberikan dukungan kepada guru melalui berbagai program pelatihan, platform berbagi praktik baik, dan komunitas belajar. Investasi dalam pengembangan profesional guru adalah investasi dalam masa depan pendidikan bangsa. Dengan sinergi antara Kurikulum Merdeka sebagai kerangka kebijakan dan guru sebagai pelaksana utama, diharapkan Transformasi Pendidikan Indonesia akan berjalan mulus, menghasilkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan global.

Rahasia Menulis Efektif: Kuasai Sinonim untuk Variasi Kata

Menulis efektif adalah keterampilan yang sangat berharga di era digital ini. Salah satu kunci utama untuk mencapai tulisan yang menarik dan tidak membosankan adalah penguasaan sinonim. Penggunaan kata yang bervariasi tidak hanya membuat tulisan lebih enak dibaca, tetapi juga menunjukkan kekayaan kosakata penulis. Hindari pengulangan kata yang sama agar pembaca tetap fokus pada pesan Anda.

Mengapa Variasi Kata Penting dalam Menulis?

Pengulangan kata yang berlebihan dapat membuat tulisan terasa monoton dan kurang profesional. Pembaca bisa kehilangan minat dan menganggap tulisan Anda kurang berbobot. Dengan menggunakan sinonim, Anda dapat menyajikan ide yang sama dengan cara yang berbeda. Ini menjaga kesegaran tulisan, memperkaya makna, dan meningkatkan kualitas keseluruhan konten Anda.

Strategi Menggunakan Sinonim Secara Tepat

Menggunakan sinonim tidak hanya sekadar mengganti kata. Penting untuk memahami konteks dan nuansa makna dari setiap sinonim. Misalnya, kata “besar” bisa diganti dengan “luas”, “agung”, “raksasa”, atau “penting”, tergantung pada konteks kalimat. Pastikan sinonim yang Anda pilih sesuai dan tidak mengubah makna asli yang ingin disampaikan.

Sumber Daya untuk Menemukan Sinonim Terbaik

Ada banyak sumber daya yang bisa Anda manfaatkan untuk menemukan sinonim. Tesaurus daring atau kamus sinonim adalah alat yang sangat efektif. Aplikasi menulis atau browser extension juga sering menyediakan fitur saran sinonim. Membaca buku dan artikel berkualitas tinggi secara rutin juga akan memperkaya bank kosakata Anda secara alami dan intuitif.

Latihan Kunci untuk Menguasai Sinonim

Latihan adalah kunci untuk menguasai penggunaan sinonim secara menulis efektif. Cobalah menulis ulang paragraf atau kalimat dengan mengganti kata-kata tertentu menggunakan sinonim yang berbeda. Minta teman atau kolega untuk membaca dan memberikan umpan balik. Semakin sering Anda berlatih, semakin mudah dan natural penggunaan sinonim dalam tulisan Anda.

Dampak Positif Penggunaan Sinonim pada SEO

Selain meningkatkan kualitas tulisan, penggunaan sinonim juga berdampak positif pada Search Engine Optimization (SEO). Mesin pencari semakin cerdas dalam memahami konteks. Dengan menggunakan variasi kata kunci (sinonim), Anda berpotensi muncul dalam pencarian yang lebih luas. Ini membantu konten Anda menjangkau audiens yang lebih besar dan relevan secara efektif.

Dari London ke SD: Perjalanan Inspiratif Galih Beasiswa LPDP

Kisah Galih adalah salah satu yang paling menginspirasi. Setelah menyelesaikan studi magister di London, ia tidak memilih karier korporat. Justru, ia memutuskan mengabdikan diri di sebuah Sekolah Dasar (SD). Ini adalah perjalanan tak terduga, didukung penuh oleh beasiswa LPDP.

Galih berhasil meraih beasiswa LPDP untuk studi di salah satu universitas terbaik di London. Ia mengambil jurusan pendidikan. Tujuannya jelas: ingin membawa perubahan. Ia percaya pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa, dimulai dari dasar.

Setelah lulus dengan gemilang, banyak tawaran pekerjaan. Perusahaan multinasional mengincarnya. Namun, panggilan hatinya lebih kuat. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral. Ilmu yang didapat harus bermanfaat bagi generasi muda.

Keputusan Galih sempat dipertanyakan beberapa pihak. Mengapa London ke SD? Namun, ia yakin dengan pilihannya. Ia melihat potensi besar di tingkat pendidikan dasar. Pondasi kuat harus dibangun sejak dini.

Galih memilih mengajar di sebuah SD di daerah terpencil. Ia ingin merasakan langsung tantangan di lapangan. Kondisi yang jauh berbeda dari fasilitas modern di London. Ini adalah bentuk pengabdian sejati.

Di SD tersebut, Galih menerapkan metode pengajaran inovatif. Ia membawa pengalaman dan ilmu dari London. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan. Siswa-siswanya sangat antusias. Mereka bersemangat belajar setiap hari.

Ia juga aktif mengembangkan kurikulum lokal. Menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa. Menggunakan media belajar yang kreatif. Ini membuat pelajaran lebih relevan. Dampaknya langsung terasa pada pemahaman siswa.

Kisah Galih ini menjadi bukti nyata. Bahwa beasiswa LPDP bukan hanya untuk mengejar gelar. Namun juga untuk mengabdi pada negara. Ilmu yang diperoleh harus kembali bermanfaat. Ini adalah investasi bangsa.

Banyak yang terinspirasi oleh Galih. Ia menunjukkan bahwa pengabdian tidak harus selalu di kota besar. Bahkan di pelosok pun, dampaknya bisa sangat besar. Semangatnya menular ke banyak orang.

Pihak LPDP dan Kemdikbud juga mengapresiasi langkah Galih. Ia adalah contoh sukses penerima beasiswa. Diharapkan semakin banyak lulusan LPDP. Yang tergerak untuk berkontribusi langsung di akar rumput.

Galih membuktikan bahwa definisi sukses itu luas. London ke SD bukan penurunan. Justru ini adalah kenaikan level. Ia memberikan harapan bagi pendidikan Indonesia. Semoga terus menginspirasi.

Menjelang Hardiknas: KPK Serukan Guru dan Dosen Tolak Segala Bentuk Suap

Menjelang Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan seruan tegas kepada seluruh insan pendidik di Indonesia. Pesan utama yang disampaikan adalah agar guru dan dosen menolak segala bentuk suap atau gratifikasi, karena hal tersebut bukanlah rezeki yang halal, melainkan bentuk korupsi yang dapat merusak integritas profesi mulia ini.

Peringatan ini menjadi sangat relevan mengingat posisi strategis pendidik sebagai teladan moral dan pembentuk karakter generasi muda. KPK memahami bahwa dalam interaksi sehari-hari, pendidik mungkin dihadapkan pada situasi di mana ada tawaran atau pemberian dari berbagai pihak. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap pemberian yang terkait dengan jabatan atau profesi, dan tidak dilaporkan, berpotensi menjadi gratifikasi yang melanggar hukum. Ini merupakan langkah preventif KPK menjelang Hardiknas untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih.

KPK aktif mengedukasi para pendidik mengenai bahaya gratifikasi melalui berbagai kanal. Salah satunya adalah melalui program webinar dan sosialisasi yang melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada sebuah sesi webinar yang diselenggarakan pada hari Rabu, 30 April 2025, pukul 14.00 WIB, seorang perwakilan KPK menjelaskan secara detail perbedaan antara gratifikasi yang wajib dilaporkan dan hadiah biasa, serta konsekuensi hukum jika tidak melapor. Pemahaman ini sangat krusial bagi setiap guru dan dosen.

Seruan menjelang Hardiknas ini juga merupakan bagian dari upaya KPK untuk membangun budaya antikorupsi yang kuat di seluruh sendi kehidupan masyarakat, dimulai dari sektor pendidikan. Pihak lembaga pendidikan didorong untuk memperkuat sistem pengawasan internal, membuat kode etik yang jelas mengenai penerimaan hadiah, dan menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah dan aman bagi staf mereka. Pada tanggal 25 April 2025, Dinas Pendidikan di beberapa kota besar bahkan telah mengirimkan memo internal kepada sekolah-sekolah untuk memperketat pengawasan terhadap praktik pemberian hadiah.

Pada akhirnya, Hari Pendidikan Nasional bukan hanya perayaan, tetapi juga momen untuk merenungkan kembali nilai-nilai luhur dalam pendidikan. Dengan menolak suap dan gratifikasi, para guru dan dosen tidak hanya menjaga profesionalisme dan martabat diri, tetapi juga memberikan contoh nyata kepada siswa dan mahasiswa tentang pentingnya integritas. Ini adalah fondasi penting untuk melahirkan generasi yang jujur, berkarakter, dan bebas dari korupsi.

Kabar Gembira: 40% Tunjangan Profesi Guru Telah Diterima

Senyum sumringah terpancar dari wajah para guru di seluruh Indonesia. Kabar gembira datang mengenai tunjangan profesi guru (TPG) mereka. Sebanyak 40% dari total tunjangan profesi guru telah dicairkan dan diterima. Ini adalah bentuk apresiasi nyata pemerintah terhadap dedikasi para pendidik.

Pencairan tunjangan ini sangat dinanti-nantikan oleh para guru. Tunjangan profesi adalah salah satu bentuk dukungan finansial penting. Hal ini membantu meningkatkan kesejahteraan guru, yang pada akhirnya berdampak positif pada kualitas pengajaran.

Pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan perhatian lebih kepada guru. Pencairan 40% TPG ini adalah salah satu langkah konkretnya. Diharapkan, ini dapat memicu semangat guru untuk terus berinovasi dalam mendidik.

Proses pencairan tunjangan telah dilakukan secara bertahap dan transparan. Kementerian terkait memastikan bahwa dana tersebut sampai tepat waktu. Para guru dapat segera memanfaatkan tunjangan ini untuk berbagai kebutuhan.

TPG adalah hak yang diberikan kepada guru bersertifikasi. Ini adalah pengakuan atas profesionalisme mereka dalam mengajar. Setiap guru yang memenuhi syarat berhak mendapatkan tunjangan ini secara berkala.

Pencairan 40% TPG ini juga menjadi sinyal positif. Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam memenuhi kewajibannya. Hal ini tentu membangun kepercayaan dan motivasi di kalangan para pendidik di seluruh negeri.

Dampak positifnya tidak hanya pada kesejahteraan guru. Kesejahteraan yang meningkat dapat membuat guru lebih fokus pada tugas utamanya. Peningkatan kualitas pengajaran akan menjadi hasil akhirnya.

Kepala Dinas Pendidikan setempat juga menyampaikan apresiasi. Beliau berharap tunjangan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ini adalah investasi penting untuk masa depan pendidikan bangsa.

Bagi guru yang belum menerima, diharapkan untuk tetap bersabar dan memantau informasi. Proses pencairan mungkin berbeda di setiap daerah. Pastikan data administrasi Anda lengkap dan valid.

Mari bersama-sama rayakan kabar gembira ini. Semoga tunjangan profesi guru ini dapat terus diberikan secara berkelanjutan. Ini adalah bentuk penghargaan tertinggi bagi pahlawan tanpa tanda jasa, para guru di Indonesia.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca semua, terimakasih !

Revisi Tunjangan Guru: Pendidik ASN dan Non-ASN Bersertifikasi Dapat Tambahan Insentif

Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan para pendidik melalui Revisi Tunjangan Guru. Kebijakan terbaru ini secara spesifik menargetkan pemberian insentif tambahan bagi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru non-ASN yang telah memiliki sertifikat pendidik. Langkah ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga strategi untuk mendorong profesionalisme dan kualitas pengajaran di seluruh jenjang pendidikan nasional. Revisi Tunjangan Guru ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi jutaan pengajar di tanah air.

Detail dari Revisi Tunjangan Guru ini memberikan kejelasan mengenai bentuk insentif yang akan diterima. Bagi guru ASN, pemerintah akan memberikan tunjangan tambahan yang besarnya setara dengan satu bulan gaji pokok. Tunjangan ini merupakan kompensasi di luar gaji bulanan reguler dan akan dibayarkan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Sementara itu, untuk guru non-ASN yang telah berhasil memperoleh sertifikat pendidik, terdapat peningkatan tunjangan profesi hingga mencapai Rp 2 juta per bulan. Kebijakan ini secara langsung memberikan motivasi bagi guru non-ASN untuk segera mengurus sertifikasi guna meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pemerintah telah mengklarifikasi bahwa Revisi Tunjangan Guru ini tidak melibatkan perubahan pada besaran gaji pokok guru, baik untuk ASN maupun non-ASN. Ini adalah pendekatan strategis untuk memberikan dorongan finansial melalui mekanisme tunjangan yang lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kriteria tertentu. Pada tanggal 1 Desember 2024, Kementerian Keuangan mengumumkan bahwa alokasi anggaran untuk tunjangan ini telah diperhitungkan dengan cermat, memastikan keberlanjutan kebijakan tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan. Kebijakan ini adalah bagian dari upaya pemerintah yang lebih luas untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme pendidik.

Dengan Revisi Tunjangan Guru ini, diharapkan akan tercipta dampak positif yang berjenjang. Para guru akan merasa lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik dalam mengajar. Selain itu, peningkatan insentif bagi guru non-ASN bersertifikasi diharapkan akan meningkatkan jumlah guru profesional di seluruh Indonesia. Ini adalah investasi jangka panjang pada sumber daya manusia yang krusial untuk kemajuan bangsa. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam mendukung peran vital guru sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi penerus yang cerdas dan berkualitas.

Memasyarakatkan Gulat: Peran PGSI dalam Mempopulerkan Olahraga Gulat di Indonesia

Gulat, meskipun memiliki sejarah panjang dan nilai-nilai luhur seperti disiplin dan sportivitas, belum sepopuler beberapa cabang olahraga lain di Indonesia. Di sinilah PGSI (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia) mengemban peran penting dalam memasyarakatkan gulat. Tujuan utamanya adalah untuk mempopulerkan olahraga gulat di kalangan masyarakat Indonesia, agar semakin banyak yang tertarik dan berpartisipasi dalam olahraga ini, baik sebagai atlet maupun penggemar.

Salah satu strategi utama PGSI dalam mempopulerkan gulat adalah melalui edukasi dan sosialisasi. Banyak masyarakat yang mungkin belum sepenuhnya memahami esensi dan aturan gulat, bahkan masih ada stigma negatif tentangnya. PGSI dapat mengatasi ini dengan mengadakan workshop dan coaching clinic di sekolah-sekolah atau komunitas, memperkenalkan gulat sebagai olahraga yang aman, melatih fisik dan mental, serta mengajarkan teknik dasar yang menarik. Materi edukasi yang mudah diakses melalui media digital juga akan sangat membantu dalam menyebarkan pemahaman yang benar tentang gulat.

Selain edukasi, promosi melalui media massa dan platform digital juga krusial. PGSI perlu secara aktif mempublikasikan berita, hasil kompetisi, profil atlet berprestasi, serta kisah-kisah inspiratif dari dunia gulat. Konten visual yang menarik, seperti video highlight pertandingan atau dokumenter singkat tentang perjalanan atlet, dapat menarik perhatian publik, terutama generasi muda. Memanfaatkan influencer atau figur publik yang tertarik pada olahraga juga bisa menjadi cara efektif untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Penyelenggaraan event terbuka yang menarik juga dapat menjadi magnet bagi masyarakat. Misalnya, demonstrasi gulat di tempat umum, turnamen persahabatan yang melibatkan berbagai usia, atau festival olahraga yang menampilkan gulat sebagai salah satu atraksinya. Event semacam ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung, merasakan atmosfer, dan bahkan mencoba beberapa gerakan dasar gulat, sehingga menumbuhkan minat secara langsung. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta untuk mengadakan event-event ini juga akan memperluas jangkauan.

Pada akhirnya, memasyarakatkan gulat adalah investasi jangka panjang untuk masa depan olahraga ini di Indonesia. Dengan upaya proaktif dari PGSI dalam edukasi, promosi, dan penyelenggaraan event yang menarik, diharapkan semakin banyak yang tertarik dan berpartisipasi dalam gulat. Peningkatan partisipasi ini tidak hanya akan memperkuat basis atlet, tetapi juga menciptakan ekosistem olahraga gulat yang lebih hidup dan berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

High Crotch: Meraih Satu Kaki Tinggi untuk Dominasi di Matras

Dalam disiplin grappling seperti gulat, BJJ, dan MMA, takedown yang efektif adalah kunci untuk mengendalikan pertarungan. Salah satu teknik single leg takedown yang sangat kuat dan sering digunakan adalah High Crotch. Teknik ini melibatkan meraih satu kaki lawan tinggi di selangkangan untuk diangkat dan dijatuhkan, memberikan peluang besar untuk mengamankan posisi top control yang menguntungkan.

Mengapa High Crotch Efektif?

Keunggulan high crotch terletak pada posisi pegangan yang tinggi di paha bagian dalam lawan, dekat dengan selangkangan. Pegangan ini memberikan leverage yang signifikan, memudahkan pengangkatan kaki lawan dan mengganggu keseimbangannya. Selain itu, high crotch seringkali dapat dieksekusi dengan cepat dan mengejutkan, membuat lawan sulit untuk melakukan sprawl atau pertahanan yang efektif.

Langkah-Langkah Melakukan High Crotch Takedown:

  1. Stance dan Approach (Kuda-Kuda dan Pendekatan): Mulailah dengan kuda-kuda wrestling yang baik, dengan lutut sedikit ditekuk dan pusat gravitasi rendah. Bergeraklah mendekati lawan dengan langkah-langkah kecil dan menjaga kontak visual.
  2. Level Change dan Penetration Step (Perubahan Level dan Langkah Penetrasi): Turunkan level Anda dengan menekuk lutut dan pinggul, sambil mengambil langkah penetrasi dengan salah satu kaki ke arah kaki target lawan. Langkah ini harus cepat dan bertujuan untuk menempatkan tubuh Anda di bawah pusat gravitasi lawan.
  3. Grip (Pegangan): Saat melakukan langkah penetrasi, raih satu kaki lawan setinggi mungkin di bagian paha dalam, idealnya dengan satu tangan di belakang paha atas dan tangan lainnya di paha bagian dalam atau selangkangan untuk kontrol maksimal.
  4. Head Position (Posisi Kepala): Tempatkan kepala Anda di sisi luar kaki yang Anda raih, dekat dengan pinggul lawan. Posisi kepala yang benar membantu Anda mendorong ke arah yang diinginkan dan menghindari serangan kepala.
  5. Lift and Drive (Angkatan dan Dorongan): Gunakan kekuatan kaki dan pinggul Anda untuk mengangkat kaki lawan tinggi-tinggi. Bersamaan dengan itu, dorong tubuh Anda ke depan dan ke atas, menggunakan kepala dan bahu Anda untuk memberikan tekanan pada tubuh lawan.
  6. Finish (Penyelesaian): Setelah mengangkat kaki lawan, teruskan dorongan Anda untuk menjatuhkannya ke matras. Anda dapat menjatuhkannya lurus ke belakang, ke samping, atau menggunakan teknik trip dengan kaki Anda yang lain untuk membantu menjatuhkan lawan. Pertahankan kontrol pada kaki lawan setelah takedown untuk mengamankan posisi top control.

Guru Harus Inovatif, Kata Khofifah di Hari Guru

Pada peringatan Hari Guru Nasional, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan pesan tegas bahwa guru inovatif adalah kunci utama dalam mencetak generasi penerus yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan. Beliau menekankan pentingnya kemampuan pendidik untuk terus berkreasi dan menghadirkan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman. Puncak acara peringatan Hari Guru Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur diselenggarakan pada hari Senin, 25 November 2024, pukul 09.00 WIB, di Ballroom Hotel Majapahit, Surabaya, dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan dan perwakilan dari berbagai organisasi guru.

Khofifah menjelaskan bahwa peran guru kini tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga sebagai fasilitator yang menginspirasi siswa untuk berpikir kritis dan solutif. “Menjadi guru inovatif bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan di era digital ini,” ujar Khofifah dalam pidatonya. Beliau mendorong para guru untuk memanfaatkan berbagai platform digital, menerapkan pembelajaran berbasis proyek, serta menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan interaktif. Salah satu bukti nyata dari komitmen ini adalah dorongan kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, di mana Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah satuan pendidikan terbanyak yang secara mandiri telah mendaftar untuk melaksanakan kurikulum tersebut. Ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan para pendidik untuk menjadi guru inovatif.

Dedikasi dan kerja keras para guru di Jawa Timur telah terbukti melalui berbagai prestasi. Khofifah mengapresiasi fakta bahwa selama empat tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes. Capaian ini menunjukkan kualitas pendidikan dasar dan menengah yang solid. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah meraih penghargaan dalam ajang Ki Hajar Award 2023, yang mengukuhkan posisi sebagai daerah yang berkomitmen pada pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Tak hanya itu, Jawa Timur juga berhasil menjuarai Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional pada tahun yang sama, semakin memperkuat reputasi pendidikan kejuruan di provinsi ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan berbagai penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. Beberapa guru yang berulang tahun tepat di Hari Guru Nasional bahkan menerima hadiah khusus. Pesan utama dari Khofifah di Hari Guru kali ini sangat jelas: menjadi guru inovatif adalah panggilan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkreasi demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah dan kompetitif.