Luka batin akibat peristiwa tragis atau bencana seringkali memerlukan waktu penyembuhan yang jauh lebih lama dibandingkan luka fisik. Di Sumatera Utara, sebuah pendekatan unik kini tengah dijalankan oleh pengurus PGSI Medan dalam membantu proses pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja yang terdampak musibah. Melalui program inovatif bertajuk Trauma Healing, olahraga gulat digunakan bukan sebagai ajang kompetisi keras, melainkan sebagai sarana katarsis dan terapi gerak untuk membantu para penyintas melepaskan emosi negatif yang terpendam.
Metode olahraga gulat sebagai media terapi mungkin terdengar tidak lazim bagi sebagian orang, namun secara psikologis, aktivitas fisik yang melibatkan kontak dan gerakan motorik kasar dapat membantu merangsang produksi hormon kebahagiaan. Dalam sesi-sesi yang dirancang khusus, para pelatih dan relawan dari PGSI Medan mengajak peserta untuk melakukan gerakan-gerakan dasar gulat yang bersifat rekreatif. Tujuannya adalah untuk membangun kembali rasa percaya diri, keberanian, dan perasaan mampu mengendalikan diri sendiri di tengah situasi yang sempat membuat mereka merasa tidak berdaya.
Program ini sangat efektif dalam upaya pulihkan mental karena gulat menuntut fokus penuh pada momen saat ini. Saat seseorang berlatih teknik keseimbangan atau posisi bertahan, pikiran mereka teralihkan dari memori traumatis masa lalu. Kehangatan interaksi sosial di dalam sasana juga membantu peserta merasa tidak sendirian dalam menghadapi beban hidup. Di Medan, program ini telah menyentuh banyak kalangan, mulai dari korban bencana alam hingga remaja yang mengalami masalah perundungan berat. Olahraga gulat memberikan mereka kekuatan baru untuk kembali menatap masa depan dengan kepala tegak.
Para instruktur yang diterjunkan oleh PGSI Medan dalam misi ini tidak hanya dibekali kemampuan teknis bela diri, tetapi juga mendapatkan pengarahan dasar mengenai pendampingan psikososial. Mereka belajar untuk peka terhadap perubahan emosi peserta selama latihan. Suasana di dalam sasana gulat pun diubah menjadi lingkungan yang sangat suportif dan penuh rasa kekeluargaan. Tidak ada tekanan untuk menjadi juara; setiap kemajuan kecil yang dicapai peserta dalam melakukan gerakan gulat dirayakan sebagai kemenangan besar bagi proses kesembuhan mental mereka.
