Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) secara tegas PGRI Kritisi video viral yang diduga menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam video tersebut, sang menteri disebut mengatakan guru adalah ‘beban negara’. Pernyataan ini dinilai sangat melukai hati para pendidik yang selama ini mengabdi dengan penuh dedikasi, seringkali dalam kondisi yang serba terbatas.
Organisasi guru terbesar di Indonesia ini menyayangkan beredarnya video tersebut. Meskipun Menkeu telah mengklarifikasi bahwa video tersebut adalah hoaks dan deepfake, dampak psikologisnya sudah terlanjur meluas. Menurut PGRI Kritisi konten viral ini karena ia meruntuhkan semangat para guru yang selama ini berjuang untuk masa depan pendidikan.
Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengungkapkan bahwa guru adalah aset bangsa, bukan beban. Ia menekankan bahwa guru memiliki peran sentral dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tudingan negatif semacam itu, terlepas dari keasliannya, menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap profesi mulia ini.
Pihak PGRI Kritisi narasi yang merendahkan profesi guru, sebab hal itu bisa berdampak pada penurunan moral dan motivasi para pendidik. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para guru dari serangan disinformasi semacam ini. Guru harus merasa dihargai dan didukung penuh oleh negara.
Pernyataan ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru, terutama para honorer. Kondisi upah minim yang masih dialami sebagian besar guru honorer adalah isu nyata yang harus diselesaikan. Peningkatan kesejahteraan adalah bentuk penghargaan terbaik.
Organisasi PGRI Kritisi penyebaran hoaks dan deepfake yang menyasar profesi guru. Mereka meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada konten-konten provokatif dan selalu memverifikasi informasi dari sumber yang valid. Literasi digital menjadi sangat penting di era informasi yang penuh tantangan ini.
Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu untuk menghormati dan mendukung profesi guru. Membangun bangsa yang cerdas dimulai dari menghargai mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk mendidik. Dukungan moral dan material adalah kunci untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas.
Kesimpulannya, insiden video viral ini menunjukkan betapa rapuhnya profesi guru terhadap serangan disinformasi. Respon cepat dari PGRI Kritisi hal ini menunjukkan komitmen organisasi tersebut dalam melindungi anggotanya. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan menguatkan tekad kita semua untuk menghargai peran guru.
