High Crotch: Meraih Satu Kaki Tinggi untuk Dominasi di Matras

Dalam disiplin grappling seperti gulat, BJJ, dan MMA, takedown yang efektif adalah kunci untuk mengendalikan pertarungan. Salah satu teknik single leg takedown yang sangat kuat dan sering digunakan adalah High Crotch. Teknik ini melibatkan meraih satu kaki lawan tinggi di selangkangan untuk diangkat dan dijatuhkan, memberikan peluang besar untuk mengamankan posisi top control yang menguntungkan.

Mengapa High Crotch Efektif?

Keunggulan high crotch terletak pada posisi pegangan yang tinggi di paha bagian dalam lawan, dekat dengan selangkangan. Pegangan ini memberikan leverage yang signifikan, memudahkan pengangkatan kaki lawan dan mengganggu keseimbangannya. Selain itu, high crotch seringkali dapat dieksekusi dengan cepat dan mengejutkan, membuat lawan sulit untuk melakukan sprawl atau pertahanan yang efektif.

Langkah-Langkah Melakukan High Crotch Takedown:

  1. Stance dan Approach (Kuda-Kuda dan Pendekatan): Mulailah dengan kuda-kuda wrestling yang baik, dengan lutut sedikit ditekuk dan pusat gravitasi rendah. Bergeraklah mendekati lawan dengan langkah-langkah kecil dan menjaga kontak visual.
  2. Level Change dan Penetration Step (Perubahan Level dan Langkah Penetrasi): Turunkan level Anda dengan menekuk lutut dan pinggul, sambil mengambil langkah penetrasi dengan salah satu kaki ke arah kaki target lawan. Langkah ini harus cepat dan bertujuan untuk menempatkan tubuh Anda di bawah pusat gravitasi lawan.
  3. Grip (Pegangan): Saat melakukan langkah penetrasi, raih satu kaki lawan setinggi mungkin di bagian paha dalam, idealnya dengan satu tangan di belakang paha atas dan tangan lainnya di paha bagian dalam atau selangkangan untuk kontrol maksimal.
  4. Head Position (Posisi Kepala): Tempatkan kepala Anda di sisi luar kaki yang Anda raih, dekat dengan pinggul lawan. Posisi kepala yang benar membantu Anda mendorong ke arah yang diinginkan dan menghindari serangan kepala.
  5. Lift and Drive (Angkatan dan Dorongan): Gunakan kekuatan kaki dan pinggul Anda untuk mengangkat kaki lawan tinggi-tinggi. Bersamaan dengan itu, dorong tubuh Anda ke depan dan ke atas, menggunakan kepala dan bahu Anda untuk memberikan tekanan pada tubuh lawan.
  6. Finish (Penyelesaian): Setelah mengangkat kaki lawan, teruskan dorongan Anda untuk menjatuhkannya ke matras. Anda dapat menjatuhkannya lurus ke belakang, ke samping, atau menggunakan teknik trip dengan kaki Anda yang lain untuk membantu menjatuhkan lawan. Pertahankan kontrol pada kaki lawan setelah takedown untuk mengamankan posisi top control.

Guru Harus Inovatif, Kata Khofifah di Hari Guru

Pada peringatan Hari Guru Nasional, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan pesan tegas bahwa guru inovatif adalah kunci utama dalam mencetak generasi penerus yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan. Beliau menekankan pentingnya kemampuan pendidik untuk terus berkreasi dan menghadirkan metode pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman. Puncak acara peringatan Hari Guru Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur diselenggarakan pada hari Senin, 25 November 2024, pukul 09.00 WIB, di Ballroom Hotel Majapahit, Surabaya, dihadiri oleh sejumlah tokoh pendidikan dan perwakilan dari berbagai organisasi guru.

Khofifah menjelaskan bahwa peran guru kini tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, melainkan juga sebagai fasilitator yang menginspirasi siswa untuk berpikir kritis dan solutif. “Menjadi guru inovatif bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan di era digital ini,” ujar Khofifah dalam pidatonya. Beliau mendorong para guru untuk memanfaatkan berbagai platform digital, menerapkan pembelajaran berbasis proyek, serta menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan interaktif. Salah satu bukti nyata dari komitmen ini adalah dorongan kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, di mana Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah satuan pendidikan terbanyak yang secara mandiri telah mendaftar untuk melaksanakan kurikulum tersebut. Ini menunjukkan antusiasme dan kesiapan para pendidik untuk menjadi guru inovatif.

Dedikasi dan kerja keras para guru di Jawa Timur telah terbukti melalui berbagai prestasi. Khofifah mengapresiasi fakta bahwa selama empat tahun berturut-turut, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur tanpa tes. Capaian ini menunjukkan kualitas pendidikan dasar dan menengah yang solid. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah meraih penghargaan dalam ajang Ki Hajar Award 2023, yang mengukuhkan posisi sebagai daerah yang berkomitmen pada pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Tak hanya itu, Jawa Timur juga berhasil menjuarai Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional pada tahun yang sama, semakin memperkuat reputasi pendidikan kejuruan di provinsi ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan berbagai penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka. Beberapa guru yang berulang tahun tepat di Hari Guru Nasional bahkan menerima hadiah khusus. Pesan utama dari Khofifah di Hari Guru kali ini sangat jelas: menjadi guru inovatif adalah panggilan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkreasi demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih cerah dan kompetitif.

Guru Korbankan Dana Pribadi untuk Fasilitas Sekolah: Hati Mulia Demi Pendidikan Optimal

Di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan infrastruktur pendidikan, seringkali muncul kisah-kisah heroik dari para pendidik yang tak kenal lelah. Mereka adalah para guru yang rela korbankan dana pribadi untuk fasilitas sekolah. Dengan tulus, mereka menyisihkan sebagian penghasilan demi memperbaiki sarana belajar yang kurang memadai, membuktikan bahwa dedikasi terhadap pendidikan tidak mengenal batas, bahkan hingga harus menguras kantong sendiri. Realita Sarana Belajar yang Kurang Memadai

Di banyak daerah, terutama di pelosok, kondisi sarana dan prasarana sekolah masih jauh dari ideal. Meja kursi yang rusak, papan tulis yang usang, buku-buku pelajaran yang minim, hingga kurangnya fasilitas sanitasi seringkali menjadi pemandangan sehari-hari. Keterbatasan ini tentu saja memengaruhi kualitas proses belajar mengajar dan kenyamanan siswa.

Meskipun ada anggaran dari pemerintah, implementasinya di lapangan tidak selalu cepat atau mencukupi. Di sinilah peran para guru yang memiliki hati mulia ini menjadi sangat vital. Mereka tidak hanya menunggu bantuan datang, tetapi mengambil inisiatif untuk bertindak. Mereka menyadari bahwa masa depan anak-anak tidak bisa ditunda hanya karena keterbatasan fasilitas.Pengorbanan untuk Masa Depan Siswa

Kisah seorang guru yang korbankan dana pribadi untuk fasilitas sekolah adalah potret nyata dari pengorbanan tanpa pamrih. Dengan gaji yang terkadang pas-pasan, mereka menyisihkan sebagian penghasilan mereka yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pribadi atau keluarga. Uang itu kemudian mereka alokasikan untuk membeli cat, memperbaiki meja dan kursi yang patah, membeli buku-buku tambahan, bahkan menyediakan peralatan olahraga sederhana agar siswa bisa belajar dan beraktivitas dengan lebih baik.

Pengorbanan ini lahir dari kecintaan yang mendalam terhadap profesi dan murid-muridnya. Mereka ingin memberikan lingkungan belajar yang terbaik, meskipun harus menanggung beban finansial tambahan. Bagi mereka, senyum dan semangat belajar para siswa adalah imbalan terbesar yang tak ternilai harganya. Mereka percaya bahwa lingkungan belajar yang nyaman dan memadai akan secara langsung meningkatkan motivasi dan prestasi siswa.Inspirasi dan Harapan akan Perubahan

Tindakan mulia para guru yang korbankan dana pribadi untuk fasilitas sekolah ini bukan hanya sekadar membantu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Mereka membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari inisiatif kecil,

Demi Generasi Unggul: Wakil Ketua MPR Memacu Peningkatan Kompetensi Tenaga Pengajar

Mewujudkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan adalah cita-cita luhur bangsa. Untuk mencapai hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, secara aktif memacu peningkatan kompetensi tenaga pengajar. Beliau menekankan bahwa kualitas pendidikan, yang sangat bergantung pada kemampuan para pendidik, adalah kunci utama dalam mencetak generasi unggul yang berdaya saing global. Inisiatif ini menjadi sorotan penting dalam agenda pembangunan sumber daya manusia nasional.

Lestari Moerdijat mengungkapkan data yang menunjukkan adanya kesenjangan dalam kualitas dan kuantitas guru di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, jumlah guru di Indonesia masih sekitar 3,1 juta jiwa, sementara kebutuhan ideal mencapai 4,2 juta. Yang lebih mengkhawatirkan adalah hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) dari tahun 2015 hingga 2021, yang menunjukkan sekitar 81% guru belum memenuhi nilai standar minimum. Rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) guru pada tahun 2022 pun masih di angka 54,6, sedikit di bawah standar minimal 55. Angka-angka ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru adalah prasyarat untuk menghasilkan generasi unggul.

Beliau juga menyerukan kolaborasi yang erat antara berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kolaborasi ini harus menghasilkan kebijakan-kebijakan yang mendukung dan memfasilitasi guru untuk terus mengembangkan kompetensi mereka, tidak hanya dalam penguasaan materi pelajaran, tetapi juga dalam inovasi metode pengajaran dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang memungkinkan guru-guru menjadi fasilitator pembelajaran yang adaptif, inspiratif, dan efektif.

Sebagai informasi, dalam sebuah kunjungan kerja ke Balai Besar Guru Penggerak di Jawa Barat pada hari Senin, 13 Mei 2024, Lestari Moerdijat menyampaikan pidato yang menggarisbawahi pentingnya program pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru. Laporan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada 14 Mei 2024, juga mencatat peningkatan partisipasi guru dalam program pelatihan digital. Bahkan, sebuah survei yang dilakukan oleh Asosiasi Pendidik Indonesia (API) pada 12 Mei 2024, menunjukkan bahwa 92% orang tua siswa percaya bahwa investasi pada kualitas guru adalah langkah paling efektif untuk membentuk generasi unggul. Semua ini menggarisbawahi urgensi dan dukungan kuat terhadap upaya peningkatan kompetensi tenaga pengajar demi masa depan cerah Indonesia.

Jelajah Perbedaan Siang dan Malam: Terang dan Gelap

Siang dan malam adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam siklus kehidupan di Bumi, perbedaan mendasar antara keduanya terletak pada kehadiran dan ketiadaan cahaya matahari. Fenomena ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan, dari aktivitas makhluk hidup hingga suhu lingkungan.

Baca Juga: Dari Biji Hingga Buah: Mengikuti Jejak Perkembangan Tumbuhan

Siang hari ditandai dengan kehadiran cahaya matahari yang menerangi bumi. Energi matahari memberikan kehangatan dan memungkinkan tumbuhan melakukan fotosintesis. Manusia dan hewan memanfaatkan siang hari untuk beraktivitas, mencari makan, dan menjalankan kegiatan sehari-hari.

Malam hari, sebaliknya, ditandai dengan kegelapan akibat bumi membelakangi matahari. Suhu udara cenderung menurun karena tidak ada lagi radiasi langsung dari matahari. Beberapa hewan menjadi lebih aktif di malam hari (nokturnal), memanfaatkan kegelapan untuk berburu atau menghindari predator.

Perbedaan suhu antara siang dan malam juga signifikan. Tanah dan air menyerap panas matahari di siang hari dan melepaskannya perlahan di malam hari. Perbedaan ini memengaruhi pola angin dan cuaca secara lokal.

Aktivitas biologis juga sangat dipengaruhi oleh siklus siang dan malam atau ritme sirkadian. Jam biologis internal mengatur berbagai proses fisiologis seperti tidur, bangun, produksi hormon, dan suhu tubuh. Gangguan ritme sirkadian dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Cahaya bulan dan bintang menghiasi langit malam, memberikan penerangan alami meskipun tidak sekuat matahari. Bulan memantulkan cahaya matahari, sementara bintang adalah bola gas raksasa yang menghasilkan cahaya sendiri. Keindahan langit malam telah menginspirasi seni dan ilmu pengetahuan selama berabad-abad.

Pergantian siang dan malam disebabkan oleh rotasi bumi pada porosnya. Saat satu sisi bumi menghadap matahari, sisi tersebut mengalami siang. Sementara itu, sisi yang membelakangi matahari mengalami malam. Rotasi bumi membutuhkan waktu sekitar 24 jam untuk satu putaran penuh.

Panjang siang dan malam tidak selalu sama sepanjang tahun. Kemiringan sumbu bumi menyebabkan terjadinya musim. Di dekat kutub, perbedaan panjang siang dan malam bisa sangat ekstrem, dengan periode siang atau malam yang berlangsung selama beberapa bulan.

Memahami perbedaan antara siang dan malam serta penyebabnya membantu kita menghargai dinamika planet kita. Siklus terang dan gelap ini adalah fondasi bagi banyak proses alami dan kehidupan di Bumi. Mari terus jelajahi keajaiban alam yang tak pernah berhenti.

SMA: Lebih Baik Penjurusan atau Peminatan? Ini Pertimbangannya

Debat mengenai sistem terbaik untuk pengorganisasian studi di Sekolah Menengah Atas (SMA) terus bergulir. Dulu dikenal dengan penjurusan (IPA, IPS, Bahasa), atau kini Kurikulum Merdeka memperkenalkan konsep peminatan yang lebih fleksibel. Lantas, manakah yang sebenarnya lebih baik untuk memaksimalkan potensi siswa? Mari kita telaah beberapa pertimbangannya.

Penjurusan, dengan pengelompokan studi yang jelas sejak kelas XI (atau bahkan X di kurikulum sebelumnya), menawarkan fokus yang mendalam pada bidang ilmu tertentu. Siswa yang sudah memiliki minat dan tujuan karir yang spesifik mungkin akan diuntungkan dengan pendalaman materi yang relevan. Persiapan menuju perguruan tinggi dengan jurusan yang linier pun terasa lebih terarah. Namun, risiko terkuncinya minat dan keterbatasan eksplorasi di luar jurusan menjadi kekurangannya. Stigma antar jurusan juga bisa muncul, mempengaruhi psikologis siswa.

Di sisi lain, peminatan dalam Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas yang lebih besar. Siswa memiliki kesempatan untuk memilih mata pelajaran sesuai minat dan bakat mereka, bahkan lintas disiplin ilmu. Hal ini mendukung pembelajaran interdisipliner dan pengembangan soft skills yang lebih luas. Namun, bagi siswa yang masih bingung dengan minatnya, kebebasan memilih ini justru bisa menjadi tantangan dalam fokus dan persiapan karir yang terarah. Kesiapan sekolah dalam menyediakan beragam pilihan peminatan juga menjadi kunci keberhasilannya.

Pertimbangan utama dalam memilih antara penjurusan dan peminatan terletak pada kematangan minat siswa dan tujuan pendidikan jangka panjang. Jika siswa sudah memiliki passion yang kuat dan terarah, penjurusan dapat memberikan fondasi yang kokoh. Namun, jika siswa masih dalam tahap eksplorasi atau memiliki minat yang beragam, peminatan memberikan ruang yang lebih luas untuk berkembang.

Pemerintah sendiri kini tengah mempertimbangkan kembali sistem penjurusan, dengan menekankan fleksibilitas dan bimbingan karir yang lebih baik. Pada akhirnya, sistem ideal adalah yang mampu mengakomodasi keberagaman minat dan potensi siswa, memberikan fokus tanpa membatasi eksplorasi, serta mempersiapkan mereka dengan baik untuk masa depan.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi dan manfaat untuk para pembaca, terimakasih !

Kualitas Guru BK Akan Ditingkatkan Kemendikbud, Untuk Apa?

Peningkatan kualitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi agenda penting Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Langkah strategis ini bukan tanpa alasan. Meningkatkan kualitas guru BK bertujuan untuk mengoptimalkan peran mereka dalam memfasilitasi perkembangan siswa secara utuh, baik dari sisi akademik, sosial, emosional, hingga perencanaan karir di masa depan. Dengan guru BK yang semakin baik, diharapkan layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada siswa akan semakin efektif dan berdampak positif.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Iwan Syahril, dalam sebuah acara sosialisasi program pendidikan di Surabaya pada hari Jumat, 25 April 2025, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas guru BK adalah investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. “Guru BK memiliki peran krusial dalam mengidentifikasi potensi siswa, membantu mereka mengatasi berbagai tantangan, dan mengarahkan mereka menuju masa depan yang cerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas mereka adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iwan Syahril memaparkan bahwa upaya peningkatan kualitas guru BK akan dilakukan melalui berbagai cara. Program sertifikasi dan uji kompetensi akan terus diperkuat untuk memastikan bahwa setiap guru BK memiliki standar kualifikasi yang memadai. Selain itu, pelatihan-pelatihan berkelanjutan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang psikologi dan konseling akan secara rutin diselenggarakan. Kemendikbudristek juga akan mendorong pembentukan forum-forum diskusi dan kelompok kerja guru BK di tingkat daerah maupun nasional sebagai wadah untuk saling berbagi pengalaman dan meningkatkan profesionalisme.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek, Zulfikar Ali Imran, menambahkan bahwa peningkatan kualitas guru BK juga bertujuan untuk memperkuat peran mereka sebagai mitra bagi siswa, guru mata pelajaran, dan orang tua. “Guru BK diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara siswa, guru, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan holistik siswa,” ujarnya. Dengan kualitas yang terus ditingkatkan, guru BK diharapkan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang maju dan berkeadilan.

Gulungan: Seni Membalikkan Keadaan dari Posisi Bawah

Dalam pertarungan grappling, berada di posisi bawah seringkali dianggap sebagai kerugian. Namun, seorang praktisi yang mahir memiliki berbagai teknik untuk membalikkan keadaan, salah satunya adalah gulungan. Gulungan adalah teknik membalikkan badan lawan saat kita berada di posisi bawah, dengan tujuan untuk mendapatkan posisi yang lebih menguntungkan, seperti guard atas atau bahkan posisi mount. Penguasaan teknik gulungan yang efektif dapat mengubah situasi tertekan menjadi peluang untuk menyerang atau melarikan diri.

Esensi dari teknik gulungan adalah memanfaatkan momentum lawan, pergerakan tubuh kita sendiri, dan kuncian yang tepat untuk membalikkan posisi. Alih-alih pasif bertahan, kita secara aktif mencari celah dan menggunakan energi lawan untuk keuntungan kita. Berbagai variasi gulungan ada, masing-masing disesuaikan dengan posisi spesifik dan reaksi lawan. Pemahaman tentang biomekanika dan pusat gravitasi sangat penting dalam melakukan gulungan yang berhasil.

Salah satu contoh umum gulungan adalah sweep dalam Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ). Ketika berada di dalam guard (posisi di mana kita mengapit pinggang lawan dengan kaki), kita dapat menggunakan kuncian pada lengan atau tubuh lawan sambil menggerakkan pinggul dan kaki untuk membalikkan mereka sehingga kita berada di posisi atas. Keberhasilan sweep seringkali bergantung pada kemampuan kita untuk mengontrol lawan dan menciptakan ketidakseimbangan.

Dalam gulat dan judo, teknik gulungan juga digunakan, meskipun mungkin dengan fokus yang sedikit berbeda. Misalnya, ketika seorang pegulat berada di bawah dalam posisi turtle (meringkuk dengan tangan dan lutut menyentuh matras), mereka dapat menggunakan gerakan gulungan yang cepat untuk menghindari kuncian punggung atau bahkan mendapatkan posisi atas. Kelincahan dan kemampuan untuk mengubah posisi dengan cepat sangat penting dalam situasi ini.

Gulungan yang efektif seringkali melibatkan koordinasi seluruh tubuh. Kita perlu menggunakan kaki untuk mendorong atau mengait lawan, pinggul untuk menciptakan gerakan memutar, dan tangan untuk mengontrol atau mengunci anggota badan lawan. Timing juga menjadi faktor krusial. Melakukan gulungan pada saat yang tepat, misalnya saat lawan sedang bergerak atau mencoba melakukan pass guard, dapat meningkatkan peluang keberhasilan.

Waspada! Pinjol Ilegal Mengintai, Semakin Banyak Pengajar Jadi Korban Jeratan Utang

Pinjaman online (pinjol) ilegal semakin meresahkan dan kini mengincar kalangan pengajar jadi korban praktik rentenir digital ini. Kemudahan pencairan dana yang ditawarkan seringkali menjadi jebakan yang membuat para guru jadi korban utang dengan bunga tinggi dan penagihan yang tidak manusiawi. Fenomena pengajar jadi korban pinjol ilegal ini menjadi perhatian serius bagi dunia pendidikan dan pihak berwenang.

Data terbaru dari berbagai sumber, termasuk laporan dari organisasi profesi guru PGRI wilayah Jawa Tengah yang dirilis pada hari Senin, 12 Mei 2025, menunjukkan peningkatan signifikan kasus pengajar jadi korban pinjol ilegal dalam beberapa bulan terakhir. Faktor ekonomi dan kurangnya pemahaman literasi keuangan seringkali menjadi penyebab utama para pengajar jadi korban tergiur dengan tawaran pinjaman cepat tanpa persyaratan rumit. Namun, kemudahan ini berujung pada masalah finansial yang lebih besar.

Salah satu contoh kasus yang mencuat adalah Ibu Aminah (nama samaran), seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Semarang. Terdesak kebutuhan biaya pendidikan anaknya, ia mencoba meminjam uang melalui aplikasi pinjol ilegal yang diiklankan di media sosial. Awalnya, ia meminjam Rp 3 juta, namun dalam waktu kurang dari satu bulan, utangnya membengkak menjadi lebih dari Rp 18 juta akibat bunga harian yang sangat tinggi dan denda keterlambatan yang mencekik. Ibu Aminah mengaku mendapatkan teror dan intimidasi dari debt collector melalui telepon dan pesan singkat setiap hari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Jatmiko, dalam konferensi pers di Semarang pada hari Selasa, 13 Mei 2025, menyatakan keprihatinannya atas banyaknya kasus pengajar jadi korban pinjol ilegal. Pihaknya mengimbau seluruh guru dan tenaga pendidik untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan tawaran pinjaman online yang tidak jelas legalitasnya. Dinas Pendidikan juga berjanji akan bekerja sama dengan pihak terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kepolisian, untuk memberikan sosialisasi dan perlindungan hukum bagi para pengajar jadi korban.

Pihak kepolisian melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah juga tengah gencar melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus pinjol ilegal yang meresahkan masyarakat, termasuk para pengajar jadi korban. Beberapa pelaku telah berhasil diamankan dan proses hukum sedang berjalan. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa legalitas perusahaan pinjol melalui situs resmi OJK sebelum melakukan transaksi pinjaman online. Kewaspadaan dan literasi keuangan yang baik menjadi kunci utama untuk melindungi diri dari jeratan pinjol ilegal.

Benyamin Pilar Janji Meninggikan Standar Guru Honorer Lewat Proyek

Upaya untuk terus meninggikan standar guru, khususnya bagi para tenaga honorer, kembali menjadi fokus perhatian. Tokoh pendidikan, Benyamin Pilar, baru-baru ini mendeklarasikan komitmennya untuk secara signifikan meninggikan standar guru honorer melalui serangkaian proyek terencana. Inisiatif ini disampaikan dalam acara silaturahmi dengan perwakilan guru honorer se-Jawa Barat yang diselenggarakan di Gedung Sate, Bandung, pada hari Minggu, 18 Mei 2025.

Benyamin Pilar menegaskan bahwa meninggikan standar guru honorer adalah langkah krusial dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Beliau memahami betul dedikasi dan pengorbanan para guru honorer yang telah berkontribusi besar dalam mencerdaskan anak bangsa, seringkali dengan fasilitas dan dukungan yang terbatas. Oleh karena itu, proyek yang dirancangnya bertujuan untuk memberikan dukungan yang konkret dan terukur.

Salah satu proyek utama dalam inisiatif meninggikan standar guru honorer ini adalah program sertifikasi kompetensi lanjutan. Program ini akan memberikan kesempatan bagi guru honorer yang telah memiliki sertifikasi dasar untuk meningkatkan kompetensi mereka ke level yang lebih tinggi melalui pelatihan spesialisasi di berbagai bidang studi. Pendaftaran untuk program ini akan dibuka mulai tanggal 1 Juli 2025 secara daring melalui platform resmi yang akan disediakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Selain sertifikasi lanjutan, proyek ini juga mencakup pembentukan pusat-pusat pengembangan guru honorer di setiap kabupaten/kota. Pusat-pusat ini akan berfungsi sebagai wadah untuk pelatihan berkelanjutan, diskusi kelompok, serta penyediaan sumber daya belajar yang relevan dan terkini. Kegiatan perdana di pusat-pusat pengembangan guru ini dijadwalkan akan dimulai pada minggu kedua bulan Agustus 2025.

Lebih lanjut, Benyamin Pilar juga menyoroti pentingnya memberikan pengakuan dan apresiasi yang lebih besar terhadap kinerja guru honorer yang berhasil meninggikan standar diri mereka. Ia berencana untuk mengadvokasi adanya sistem penghargaan yang transparan dan adil, serta peluang karir yang lebih jelas bagi guru honorer yang menunjukkan dedikasi dan peningkatan kompetensi yang signifikan. Ia juga akan mengupayakan adanya kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi untuk memberikan program studi lanjutan dengan biaya terjangkau bagi guru honorer. Dengan implementasi proyek yang terstruktur dan berkelanjutan ini, diharapkan standar guru honorer di seluruh wilayah dapat meningkat secara signifikan, memberikan dampak positif yang besar bagi kualitas pendidikan di masa depan.